yayaalankaabut

jangan biarkan waktu berlalu sia-sia

بسم الله الرحمن الرحيم التَّنْوِيْنُ Tanwin


Defenisi Tanwin
Secara bahasa, adalah : bentuk mashdar, yang diambil dari fi’il نَوَّنَ – يُنَوِّنُ yang artinya : صَوَّتَ – يُصَوِّتُ (bersuara), contoh penggunaannya : نَوَّنَ الطَّائِرُ (burung itu bersuara/berkicau).
Secara isthilah nahwu , adalah : “ nuun saakinah (nun sukun/mati) yang bersifat tambahan, yang berada diakhir isim-isim, yang terlafazh (terdengar) namun tidak tertulis.
Contoh :
– رَجُلٌ dibaca : رَجُلُنْ rojulun
– رَجُلًا dibaca : رَجُلَنْ rojulan
– رَجُلٍ dibaca : رَجُلِـنْ rojulin

Pembagian Tanwin
Tanwin terbagi menjadi tiga bagian :
Tanwin Tamkin تنوين التمكين
Tanwin Tankir تنوين التنكير
Tanwin ‘iwadh تنوين العوض

تَنْوِيْنُ التَّمْكِيْنِ
Tanwin Tamkin adalah : tanwin yang terdapat pada isim-isim mu’rob yang bukan kategori isim ghair munshorif (isim yang tidak bertanwin, jadi ia hanya ada pada isim-isim munshorif).
Contoh : رجلٌ – كتابٌ – قلمٌ

Dikarenakan Tanwin Tamkin ini hanya ada pada isim-isim munshorif (isim-isim yang bertanwin) maka Tanwin ini juga dinamakan : Tanwin Shorf.
تَنْوِيْنُ التَّنْكِيْرِ
Tanwin Tankir (tanwin penakiroh) adalah : tanwin yang terdapat pada sebagian isim-isim mabniy, dalam rangka merubahnya dari ma’rifah menjadi nakiroh, seperti pada :
– Isim fi’il (isim yang berma’na fi’il),
Contoh : صَـــهْ yang artinya : diam! (mabniy ‘alas sukuun)
– Ism ‘alam (nama) berakhiran وَيْهِ

– Contoh : سِيْبَوَيْهِSibawaih (mabniyy ‘alal fath).

Perbedaan antara Isim Fi’il yang tidak bertanwin dan yang bertanwin, perhatikan contoh / perbandingan dua buah isim fi’il dibawah ini :
صـَــــهْ
صـَــــهٍ
Tidak Bertanwin
Artinya :Diamlah kamu ! (dari pembicaraan yang sedang kamu bicarakan)
Termasuk Ma’rifah
Bertanwin
Artinya :
Diamlah kamu ! (dari segala macam pembicaraan)
Termasuk Nakiroh

Perbedaan antara Isim ‘alam (nama) berakhiran وَيْهِ yang tidak bertanwin dan yang bertanwin, perhatikan contoh / perbandingan dua isim ‘alam berakhiran وَيْهِdibawah ini :
سِـيْبَوَيْهِ
سِـيْبَوَيْهٍ
Tidak Bertanwin
Artinya :Sibawaih yang sudah dikenal (yaitu : seorang ahli nahwu dari kota Bashroh)
Termasuk Ma’rifah
Bertanwin
Artinya :
Sibawaih lain (selain ahli nahwu yang terkenal itu)

Termasuk Nakiroh
تَنْوِيْنُ الْعِوَضِ
Tanwin ‘iwadh (tanwin pengganti), ada tiga macam :
عِوَضٌ مِنْ مُفْرَدٍ (pengganti isim mufrod)
Yaitu tanwin yang berada diakhir kata : كلٌّ – بعضٌ – أيٌّ (apa saja – sebagian – setiap/segala),
contoh : كلٌّ يموتُ (setiap … pasti mati),
lengkapnya adalah : كلُّ إنسانٍ يموتُ (setiap manusia pasti mati).

عِوَضٌ مِنْ جُمْلَةٍ (pengganti jumlah)
Yaitu tanwin yang berada diakhir kata إِذْ , menjadi إِذٍ , sebagai ganti dari jumlah yang terletak setelahnya (namun tidak disebutkan),
contoh : ((فَلَوْ لاَ إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَ – وَ أَنْتُمْ حِيْنَـــئِذٍ تَنْظُرُوْنَ)) QS.AlWaqi’ah:83-84.
Lengkapnya adalah : وَ أَنْتُمْ حِيْنَ إِذْ بَلَغَتِ الرُّوْحُ الْحُلْقُوْمَ تَنْظُرُوْن
عِوَضٌ مِنْ حَرْفٍ (pengganti huruf)
Yaitu tanwin yang berada pada akhir isim-isim manqush yang ghoir munshorif (tidak menerima tanwin biasa / tanwin tamkin), yang mana tanwin ini berfungsi sebagai pengganti huruf yang dibuang,
contoh : جَوَار ٍ (budak-budak perempuan, bentuk tunggalnya adalah : جَارِيَةٌ , bisa juga bermakna : kapal ) aslinya : جَوَارِيْ , yang mana ia adalah isim manqush (karena diakhiri yaa` laazimah, sebelumnya kasroh) yang ghoir munshorif (karena berwazan : مَفَاعِلُ ).

Catatan :
– Tanwin yang ada pada kata : جَوَارٍ bukanlah Tanwin Tamkin / Tanwin Shorf, kenapa? Karena ia termasuk mamnuu’ minash shorf (isim yang tak bertanwin biasa / tamkin, berhubung wazannya : مَفَاعِلُ), jadi, Tanwin seperti ini hanyalah Tanwin Pengganti (‘iwadh) dari huruf (yaa`) yang dibuang.
– Hukum dihilangkannya huruf yaa` -seperti contoh- diatas hanya berlaku dalam kondisi : rofa’ dan jar,
contoh : حَضَرَتْ جَوَارٍ – مَرَرْتُ بِجَوَارٍ (saya melewati budak-budak wanita) (telah hadir budak-budak wanita).
Adapun dalam kondisi nashob, maka wajib kembali meletekakan huruf yaa` tanpa tanwin,
contoh :رَأَيْتُ جَوَارِيَ (aku melihat budak-budak wanita).

و الحمد لله ربّ العالمين
و الله أعلم بالصواب

Penulis:Ust Kamal Abu Muhammad Al-Medany

Januari 25, 2013 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • IP

  • yayaalankaabut

    jangan biarkan waktu berlalu sia-sia

    Go Online !

    Give your more smile :)

    Anjar Priyadi

    Hadapi hidup ini dengan penuh Semangat Baru

    mampir2shofie

    Life More Colorful

    affastt

    My "life" is My "dream"

    FM Forever

    Mind to Wisdom

    Titi Isworo

    4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

    Bakti Esnaning Fitri

    Happy Always !!!! :)

    nunutmampir

    A topnotch WordPress.com site

    Laily Alfi

    always ikhlas,,man jadda wa jadda

    Puzpha kesuma Niingsih :)

    Welcome to my blog ^_^

    satrio teddy bintono

    maravillosa vida en la búsqueda de una bendición

    Blog'e Cah Bagus

    Oyi tooo....??

    lenioktavianingsih

    A topnotch WordPress.com site

    unyu-unyu blog's

    uyeeeeeahhhh!!!!!

    yayaz raraz adyu

    "Dunia yang kita ciptakan adalah produk pemikiran kita. Kita tidak akan bisa mengubahnya tanpa mengubah pemikiran kita."(Albert Einstein)

    de_dzuhri 14

    A topnotch WordPress.com site

    enggardinisukmawati

    Senyuman itu seperti perban, walaupun lukanya tertutupi tetapi sakitnya masih terasa :)

    mesyaadizzy

    A great WordPress.com site

    %d blogger menyukai ini: